Silakan. Kata Si Bulan.
Bidadari kecil itu langsung merebahkan tubuh.
Rutinnya seperti selalu. Leka diulit kesejukan malam tanpa sedikit rasa kesal bertamu.
Bulan, aku rindu kamu. Ungkap Sang Bidadari.
Bukankah aku bersamamu kini, tungkas Si Bulan mematahkan bicara sang pemuja.
Tangannya masih membelai bidadari kecil yang dalam kerinduan itu.
Aku mahu terus bersamamu. Rayu si pemuja.
Lalu bagaimana harus aku tunaikan permintaanmu itu wahai bidadariku?
Izinkan aku menjadi bintang.
Sekonyong-konyong permintaan itu termakbul.
Menyinar cahaya dari bintang menyerikan wajah bulan yang terang-benderang.
Apa kau masih merinduiku. Soal Bulan.
Tidak. Aku kini mencintaimu.
No comments:
Post a Comment